Aku bukan setangkai Mawar
Mungkin kata-kata yang kuucapkan setajam duri pada tangkai bunga itu, tapi aku bukanlah setangkai bunga mawar. aku hanya manusia biasa, yang juga bisa marah, bisa menangis, tidak selalu harus tersenyum pada semua orang dan menampakkan keindahan saja. Aku tidak butuh terlihat keren jika hanya untuk dipuji lalu kemudian dicaci saat aku terjatuh.
Aku bukan setangkai mawar yang dimanapun tumbuh, akan selalu tampak keindahannya meski sulit. aku hanya manusia biasa, yang punya batas kemampuan untuk berada pada satu titik yang tidak bisa kudiami. Aku tidak akan pernah bisa jadi setangkai bunga mawar yang tumbuh di tegarnya karang. hidupku tak seindah cerita novel "sunset bersama rosie", namun mungkin bisa se pedih "Daun yang jatuh tak pernah membenci angin".
Aku bukan setangkai mawar, yang dapat kau petik begitu saja lantas kau berikan pada orang lain untuk mendapatkan hatinya. aku tidak setegar itu. aku hanya manusia biasa, yang ingin dicintai apa adanya tanpa pernah melepaskanku dari keadaan nyamanku sekarang.
Aku bukan setangkai mawar, yang hanya bisa terdiam di depan rumah, mewarnai dan menyenangkan hati penghuninya, tanpa pernah bisa berpindah dan mengejar kebahagiaanku sendiri
Aku bukan setangkai mawar yang dimanapun tumbuh, akan selalu tampak keindahannya meski sulit. aku hanya manusia biasa, yang punya batas kemampuan untuk berada pada satu titik yang tidak bisa kudiami. Aku tidak akan pernah bisa jadi setangkai bunga mawar yang tumbuh di tegarnya karang. hidupku tak seindah cerita novel "sunset bersama rosie", namun mungkin bisa se pedih "Daun yang jatuh tak pernah membenci angin".
Aku bukan setangkai mawar, yang dapat kau petik begitu saja lantas kau berikan pada orang lain untuk mendapatkan hatinya. aku tidak setegar itu. aku hanya manusia biasa, yang ingin dicintai apa adanya tanpa pernah melepaskanku dari keadaan nyamanku sekarang.
Aku bukan setangkai mawar, yang hanya bisa terdiam di depan rumah, mewarnai dan menyenangkan hati penghuninya, tanpa pernah bisa berpindah dan mengejar kebahagiaanku sendiri