Through The Rain
Menapaki usia yang tidak muda lagi.......membuat saya merenung dan menghitung-hitung. Sudah berapa detik yang kulalui dalam hidup ini dan apa yang sudah kulakukan di setiap detik itu. Dalam perenungan itu, terkadang aku menyesali setiap detik yang kugunakan untuk menangis. Yah...aku menangis karena kegagalan. Aku menangis karena kebencian. Aku menangis karena kekecewaan. Tangisan yang tidak hanya setetes dua tetes air mata. Tangisan yang kadang berujung pada habisnya sekotak tissue berisi 500 helai. Mungkin bagi kalian, itu terlalu berlebihan. Aku pun merasa hal yang sama. Sempat terbesit dalam pikiran, mungkin aku menderita bipolar. Tapi tidak...Alhamdulillah, saya masih normal. Seandainya....setiap waktu yang kuhabiskan untuk menangis itu kugunakan untuk menulis. Mungkin kisah sedih yang tidak hanya terjadi di hari minggu bisa terangkum dalam sebuah novel. Sayangnya, saya terlalu membuang-buang waktu. Padahal, tangisan itu tidak bisa mengubah apapun. Tangisan itu tidak akan pernah ...