Re_post Pasukan Klinik (Ingatlah hari-hari itu)
Catatan ini didedikasikan untuk teman-teman profesi apoteker khususnya teman-teman seperjuanganku di PKP klinik(rumah sakit)
Entah mengapa aku merasa perlu menuliskan atau tepatnya menorehkan kembali sejuta kenangan di klinik yang hampir sebulan dijalani bersama teman2 yang pada gokil habis....hehehe
hari pertama....bingung, takut, dan tidak tau harus berbuat apa saat memulai mencari kasus di tiap-tiap bagian. Saya dan Nia mendapat bagian urologi sebagai first visite. tak satupun sosok yang dikenal. hanya diberi instruksi untuk minta ijin melihat rekam medik. untungnya untuk bagian ini, semuanya welcome2 saja.
setelah masing2 dari kami mendapatkan 1 RM, lalu ambil posisi berdiri dan siap2 untuk menulis...dan "tuing-tuing"..bingung setengah mati. ndak tau mau tulis apa dulu. mana tulisannya Cantik Sekali (kebalikannya).
kaki pegal-pegal. tapi ndak bisa duduk karna kursi telah dikuasai oleh para CoAss yang sedari awal memandangi kami seolah-olah melihat manusia aneh sedunia....wuaahaaaa...
setiap bagian tentu punya cerita yang berbeda....dan tiap pasangan duet (yg visite bersama) tentu punya cerita sendiri2 yang jika ada kesempatan akan di bagi di saat ngumpul diskusi di instalasi (markas yg terpencil itu)...hiks..
mereka berdua punya sifat yang sama, selalu ingin tahu...apapun itu. bagus sih, cuma masalahnya terkadang mereka ingin mengetahui hal yang di luar koridor yang seharusnya diketahui atau ditanyakan anak farmasi. hal inilah yang menyebabkan semua pasien yg mereka kunjungi akan curhat panjang lebar sampai ke masalah keluarga. sampai2 target seharusnya tdk tercapai (ndak sempat tanya2 soal obat...baru itu mi yg penting)..ckckckck..
tapi anehnya, giliran mereka masuk ICU...tdk mau bertanya. masuk saja dan mondar mandir, krasak-krusuk cari rekam medik. akhirnya, diteriaki sama perawat..."DI LACI KEDUAAA.." (tempat RM maksudnya)...
me : tunggu siapa dwi??
dwi : biasa kak...Ihsan..aaarrrgghh, nabilang sama saya mau datang jam 9...eeeehhh..ini sdh jam stngh 10, tdk ada pi muncul2. saya kayak org2 bodo' disini kak. (dengan gaya gokilnya...teman2 pasti sdh tau toh)
kak sundari : hehehehehe...ikut mi ko pale visite pasien SSJku..daripada merana ko..
dan kejadian ini berlanjut ke visite2 berikutnya....dengan kata lain, Dwi ditakdirkan menunggu...hihihihihi
ihfar dengan sifat sangat periangnya, terkadang agresif, kekanak-kanakan, suka tebar pesona...(hehehe..Peace ade')
menggandeng Wiwi yang lemah lembut, slow moving...tapi terkadang gokil juga...
meskipun berbeda, tapi alhamdulillah...wiwi bisa mengingatkan ihfar untuk sedikit kalem klu lagi beraksi. atau membuatnya bersikap sedkit bijaksana. contohnya saja waktu di ICCU...status yg dia tulis adalah statusnya pasien yg lagi sakaratul maut di sebelahnya. pas RMnya di cari2...langsung mau ganti status.
wiwi :" jangan mi ihfar...itu mi saja, ndak papa ji..
Ihfar : "iyo pale...tapi kayak seru ini. ayo liat wi pasiennya lagi dikerumuni tim medis...lumayan residennya cakep2..."
wiwi : Gubrak
kak danes masuk di bagian kebidanan (obgyn)
Hari pertama...
Kak danes : "permisi bu..bisa liat RMnya..mau tulis status.."
Perawat : " aduh...mau di pake.."
kak danes menunggu...sampai selesai di pake..
beberapa menit kemudian...RM nya berhasil di ambil. tapi sementara ditulis, langsung direbut kembali, disatukan dgn RM yg lain, dan disembunyikan dari kak danes...wuahahahaha..
hari kedua...
karena tidak berhasil di hari pertama, usaha dilanjutkan. untungnya lagi sepi, RM nganggur. dengan rona bahagia, kak danes duduk menulis status...tenang. sampai kemudian datang residen
residen laki2 : apa yang di catat dari RM?? adakah makanan di tulis di situ???
kak danes : hahhh??? maksudnya?? saya dari farmasi bukan Gizi. saya tulis pengobatannya. (jasnya anak gizi hampir mirip warnanya sm jas kita2. tapi kelihatan ji bedanya. ada juga name tag...ndak bisa baca kah??)
residen laki2 : farmasi...trus kenapa ditulis????? cepat2 mi. mau ka pake itu RM....!!!
kak danes : dalam hati ....":aaaaarrrrrrrggggghhhhhh"........
Part II
kisah pertama di ICCU :
masuk, grogi..terlalu banyak coAss dan perawat yang lagi-lagi memandangi kami seolah-olah melihat alien. tapi Nia menganggap bahwa mereka sedang terkagum-kagum melihat dua gadis cantik masuk ICCU...(saya yakin yg baca ini pasti muntah-muntah).
lagi-lagi, tak ada kursi untuk kami. jadi, tulis status sambil berdiri di meja yang letaknya menurutku amat tidak strategis. balik belakang, lihat deretan pasien. hadap depan, lihat kerumunan coAss. hadap kiri, masih deretan pasien. hadap kanan, dapur. huft!!!
karena RM cukup tebal, jadi kami membutuhkan waktu lama untuk menulis. tiba-tiba ada pasien yang mau di visite sama dokter spesialisnya, tapi RM nya tidak ditemukan. perawat,CoAss,residen krasak krusuk cari rekam mediknya.
Perawat 1 (datang menghampiri kami) : "tabe' dek...ini statusnya siapa?? bukan Tn.A (inisial)?? *sambil membalik cover RM
saya dan nia : bukan..!! (kompak)
Perawat 2, (juga datang menghampiri kami setelah dapat info dari perawat 1 kalau RMnya tidak ketemu) : "eh..dek..bukankah statusnya Tn.A ini??? * sambil tarik-tarik RM yg lagi kupegang.
saya : iye..bukan!!!
Nia juga mendapat perlakuan yang sama.
Residen, (yang datang berikutnya setelah dapat info dari semua perawat kalau RMnya ndak ketemu) : " bukan ini kah statusnya Tn.A?? coba saya liat dulu dek..!! *sambil membalik RM
Saya dan Nia : (tidak berkata apa-apa dengan ekspresi menahan emosi)….
lalu kemudian Nia menutup RMnya dan berbalik ke arahku
Nia : kak....satu kali pi lagi datang orang tanya ki...kulempar-lempar ini RM semua...!!
untungnya...itu yang terakhir...:D
sebenarnya bukan jadwalku dan Nia yang masuk ICCU. tapi berhubung mbak sukoco (panggilan sayang untuk kak sundari..hihihi) minta ditemani, yah apa boleh buat. Sebagai sahabat yang baik, kami pun menemani.
Kak sundari sendiri selalu bermasalah dengan partnernya, si Teten. Bukan karena soal kasus pasien, tapi soal pribadi teten yang akhir-akhir ini melakukan keputusan besar yang juga membuat tanda tanya besar di kepala kami semua teman-temannya yaitu tidak mau menggunakan handphone. Bayangkan coba, di jaman seperti ini, dia memutuskan untuk tidak memakai HP. Alasannya tidak mau tergantung sama alat komunikasi itu. Masalahnya, kalau ada hal penting jadinya susah. Contoh kecilnya saja, saat kak sundari ingin visite sama2 dia, tidak tahu mau dicari dimana karena tidak tahu keberadaannya dimana dan dengan cara apa menghubunginya. Pake telepati???????? Huft!!!
Back to story in ICCU. masih di posisi yang sama dengan tempat aku dan Nia dulu menulis status. Berhubung hanya kak sundari yang butuh status, jadilah saya dan nia disampingnya berdiri tertegun menatap sana-sini. tiba-tiba di belakang kami ada pasien gawat yang lagi dikerumuni para perawat dan residen. entah mengapa, kami bertiga menatap orang yang sama. salah satu residen yang dimata kami bertiga terlihat keren dan cukup tampan. dengan gaya cool plus kacamata dan stetoskop yang tertenteng di bahunya.
Saya :" subhanallah..kerennya itu residen...kagumku! *sambil berbisik tentunya.."
Nia :" iyo kak...kerennn. manis lagi. tapi mirip siapa di'..?? kayak familiar.."
Saya : "iyo..kayak familiar.."
kak sundari : "ah..perasaanmu ji itu. sok kenal loe berdua...(dengan gaya sok dewasa)"
Saya : "betulan kak...mirip seseorang...!!!"
Nia : "ooohhhh...kuingat mi! temanku kak...A****"
Saya : "oh...iyo...betul-betul.."
tiba-tiba...residennya berbalik melihat-lihat ke arah kami bertiga..
Nia : ih...kak, mati mi ja..bale'-bale' ki ke sini itu residen.ribut sekali ki kapang...
Kak sundari : ah..ke GRan itu...na kira dia dicerita...padahal memang....!!!!!
sontak kami bertiga menutup mulut sambil menahan tawa...plus ucapan istigfar berkali-kali..astagfirullah..astagfirullah…
Nia : "tidak kak, nabilang dalam hatinya itu...ih, manisnya itu cewek-cewek. Tunggu mi, sebentar itu datang mendekat tanya ki...siapa nama ta?"
Saya dan kak sundari : "bisapituuuu...."
Saya :" tidak...kayaknya itu RM yang na pegang kak sundari mau na pake tp ndak enak untuk minta."
kak sundari :" bukan, pasti dalam fikirannya...kenapa ada ini anak farmasi masuk-masuk di ICCU. biasa..kita kan ndak dianggap...."
lalu..residennya benar-benar berjalan ke arah kami. meletakkan stetoskopnya tepat di samping kak sundari lalu pergi melewati kami.
Nia :" itu..bilang ja. spekul-spekul ji itu taruh stetoskop"
berhubung saya merasa kami bertiga sudah cukup memalukan...jadi kuputuskan duduk di kursi yg kebetulan kosong, dan bersembunyi di balik meja. kemudian, residennya datang lagi. dan lagi-lagi...melewati kami bertiga. dan...saat mengambil stetoskopnya kembali, dia bertanya kepada kami.
residen : bukan ini statusnya Ny.B...??
kami bertiga : (kompak)...bukan !!!!
lalu...sang residen pun kembali ke pasiennya.
Nia : " ai...ai...betulan ka' kak. spekul2 ji itu. mulai mi membuka pembicaraan. tunggu mi sebentar kembali minta no HP ta..xixixixixi.."
kak sundari : (sambil menepuk bahunya Nia)..."jangan terlalu berharap dek..lebih baik ko pikirkan program dietmu."
saya : wakakakakak...
sampai selesai....residennya tidak kembali. tapi masih melihat-lihat ke arah kami dari kejahuan.
sambil berjalan meninggalkan ruangan...
Nia : "kak...jgn mi ki dulu pulang. itue...na liat-liat ki lagi dr. T***
Saya : " astaga nia...darimana ko tau namanya?? perasaan ndak pernah ki tanya."
Nia : "kubaca tadi di jasnya waktu lewat di samping ta'...hehehe.."
kak sundari : "ckckckck...ayo mi pulang cepat. sebelum kita bikin malu di sini."
........................................................
pasangan pertama...sang ketua kelas...Fuad and kak Juny. fuadnya sih..ok-ok saja. menulis status dengan enteng. tapi kak juny, saat mendengar bunyi-bunyi mesin monitor yang seolah-olah menggambarkan detak jantung yang tidak lama lagi terhenti, mukanya berubah pucat, tidak konsen dengan status. ditambah lagi..tiba-tiba mati lampu. buru-buru keluar. alhasil, keluar dari pintu...langsung terkulai di lantai tak berdaya. tapi alhamdulillah, masih sadar ji...
sama halnya dengan pasangan kak annie dan Itta'...pas tulis status, pasien di sampingnya sesak dan tidak di pedulikan. akhirnya, kak annie yang stress. tidak tau harus berbuat apa. pucat. alhasil, satu RM ditulis berdua sama itta'....ndak sanggup katanya…hihihi.
Tentang Ketua kelas kami…Fuad, sama sekali tidak bisa dijadikan panutan. Tiap hari, pagi-pagi atau malam, dia sms kami semua. “teman-teman besok diskusi jam 8, harap kehadiranya paling lambat 10 menit sebelumnya…ok”. Keesokan harinya, jam setengah 9 semua teman-teman sudah datang, kecuali dirinya. Ketika datang dan ditanya..
”weh fuad…kenapa ko telat datang?? Baru kau yang suruh ki semua on time..!!”
Fuad : (dengan santai ) “saya sudah memperkirakan, diskusinya telat. Lagipula ndak bakalan mulai itu kalau saya tidak ada..”.gubrak!!!
Tentang makan-makan
Salah satu kebiasaan kami pasukan klinik 1 adalah ngemil sebelum diskusi. Tapi itu kalau ada yang bisa jadi cemilan. Kalau ndak ada…yah, gigit jari.
Yang paling sering bawa cemilan adalah kak charlie…si ibu hamil yang bulan depan sudah resmi jadi ibu dari 3 anak…super sekali!! Tapi makanan yang dibawa tak pernah cukup. Alasan pertama, kak charlie yang lagi hamil, butuh porsi ganda. Alasan kedua, kami ada 18 orang, jadi pasti tidak bakalan cukup.
tapi bukan hanya cemilan kak charly, bekal yang kubawa bersama-sama dengan kak sundari terkadang harus dimakan bersama. mau bagaimana lagi?? itulah kebersamaan. satu makan...yang lain juga.
Tentang "pukul-pukul dinding"
Selain sempit dan terpencil....ada lagi satu kekurangan ruang instalasi farmasi ini. dindingnya hanya terbuat dari tripleks yang menjadi sekat yang berbatasan langsung dengan gudang obat. Tragis bukan???
tapi dinding itu ternyata juga punya cerita. sewaktu minggu pertama, Dian yang sudah PKL satu gelombang lebih dulu daripada gelombangku masuk ke ruangan dan berkata..."Kak, tenangnya ini ruangan. waktu saya dulu sama teman-temanku, ribut sekali. sering dipukul itu dinding saking ribut ta." cerita dian dengan antusias.
"hah?? dipukul2?? oh..kita sih belum pernah dipukulkan dinding. tapi ndak tau mi. secara ini kami masih malu-malu...wkwkwkwk"
dan terbukti....minggu kedua, dinding tripleks tangguh itu dipukul berkali-kali karena kami sibuk bercerita dan tertawa saat menunggu diskusi dimulai.
Part III
to be continue
Entah mengapa aku merasa perlu menuliskan atau tepatnya menorehkan kembali sejuta kenangan di klinik yang hampir sebulan dijalani bersama teman2 yang pada gokil habis....hehehe
hari pertama....bingung, takut, dan tidak tau harus berbuat apa saat memulai mencari kasus di tiap-tiap bagian. Saya dan Nia mendapat bagian urologi sebagai first visite. tak satupun sosok yang dikenal. hanya diberi instruksi untuk minta ijin melihat rekam medik. untungnya untuk bagian ini, semuanya welcome2 saja.
setelah masing2 dari kami mendapatkan 1 RM, lalu ambil posisi berdiri dan siap2 untuk menulis...dan "tuing-tuing"..bingung setengah mati. ndak tau mau tulis apa dulu. mana tulisannya Cantik Sekali (kebalikannya).
kaki pegal-pegal. tapi ndak bisa duduk karna kursi telah dikuasai oleh para CoAss yang sedari awal memandangi kami seolah-olah melihat manusia aneh sedunia....wuaahaaaa...
setiap bagian tentu punya cerita yang berbeda....dan tiap pasangan duet (yg visite bersama) tentu punya cerita sendiri2 yang jika ada kesempatan akan di bagi di saat ngumpul diskusi di instalasi (markas yg terpencil itu)...hiks..
- saya mulai dari pasangan Dani dan felix
mereka berdua punya sifat yang sama, selalu ingin tahu...apapun itu. bagus sih, cuma masalahnya terkadang mereka ingin mengetahui hal yang di luar koridor yang seharusnya diketahui atau ditanyakan anak farmasi. hal inilah yang menyebabkan semua pasien yg mereka kunjungi akan curhat panjang lebar sampai ke masalah keluarga. sampai2 target seharusnya tdk tercapai (ndak sempat tanya2 soal obat...baru itu mi yg penting)..ckckckck..
tapi anehnya, giliran mereka masuk ICU...tdk mau bertanya. masuk saja dan mondar mandir, krasak-krusuk cari rekam medik. akhirnya, diteriaki sama perawat..."DI LACI KEDUAAA.." (tempat RM maksudnya)...
- second couple...Ihsan dan Dwi
me : tunggu siapa dwi??
dwi : biasa kak...Ihsan..aaarrrgghh, nabilang sama saya mau datang jam 9...eeeehhh..ini sdh jam stngh 10, tdk ada pi muncul2. saya kayak org2 bodo' disini kak. (dengan gaya gokilnya...teman2 pasti sdh tau toh)
kak sundari : hehehehehe...ikut mi ko pale visite pasien SSJku..daripada merana ko..
dan kejadian ini berlanjut ke visite2 berikutnya....dengan kata lain, Dwi ditakdirkan menunggu...hihihihihi
- Next...si kecil Ihfar dan Wiwi
ihfar dengan sifat sangat periangnya, terkadang agresif, kekanak-kanakan, suka tebar pesona...(hehehe..Peace ade')
menggandeng Wiwi yang lemah lembut, slow moving...tapi terkadang gokil juga...
meskipun berbeda, tapi alhamdulillah...wiwi bisa mengingatkan ihfar untuk sedikit kalem klu lagi beraksi. atau membuatnya bersikap sedkit bijaksana. contohnya saja waktu di ICCU...status yg dia tulis adalah statusnya pasien yg lagi sakaratul maut di sebelahnya. pas RMnya di cari2...langsung mau ganti status.
wiwi :" jangan mi ihfar...itu mi saja, ndak papa ji..
Ihfar : "iyo pale...tapi kayak seru ini. ayo liat wi pasiennya lagi dikerumuni tim medis...lumayan residennya cakep2..."
wiwi : Gubrak
- kak danes
kak danes masuk di bagian kebidanan (obgyn)
Hari pertama...
Kak danes : "permisi bu..bisa liat RMnya..mau tulis status.."
Perawat : " aduh...mau di pake.."
kak danes menunggu...sampai selesai di pake..
beberapa menit kemudian...RM nya berhasil di ambil. tapi sementara ditulis, langsung direbut kembali, disatukan dgn RM yg lain, dan disembunyikan dari kak danes...wuahahahaha..
hari kedua...
karena tidak berhasil di hari pertama, usaha dilanjutkan. untungnya lagi sepi, RM nganggur. dengan rona bahagia, kak danes duduk menulis status...tenang. sampai kemudian datang residen
residen laki2 : apa yang di catat dari RM?? adakah makanan di tulis di situ???
kak danes : hahhh??? maksudnya?? saya dari farmasi bukan Gizi. saya tulis pengobatannya. (jasnya anak gizi hampir mirip warnanya sm jas kita2. tapi kelihatan ji bedanya. ada juga name tag...ndak bisa baca kah??)
residen laki2 : farmasi...trus kenapa ditulis????? cepat2 mi. mau ka pake itu RM....!!!
kak danes : dalam hati ....":aaaaarrrrrrrggggghhhhhh"........
Part II
- Me...and Nia
kisah pertama di ICCU :
masuk, grogi..terlalu banyak coAss dan perawat yang lagi-lagi memandangi kami seolah-olah melihat alien. tapi Nia menganggap bahwa mereka sedang terkagum-kagum melihat dua gadis cantik masuk ICCU...(saya yakin yg baca ini pasti muntah-muntah).
lagi-lagi, tak ada kursi untuk kami. jadi, tulis status sambil berdiri di meja yang letaknya menurutku amat tidak strategis. balik belakang, lihat deretan pasien. hadap depan, lihat kerumunan coAss. hadap kiri, masih deretan pasien. hadap kanan, dapur. huft!!!
karena RM cukup tebal, jadi kami membutuhkan waktu lama untuk menulis. tiba-tiba ada pasien yang mau di visite sama dokter spesialisnya, tapi RM nya tidak ditemukan. perawat,CoAss,residen krasak krusuk cari rekam mediknya.
Perawat 1 (datang menghampiri kami) : "tabe' dek...ini statusnya siapa?? bukan Tn.A (inisial)?? *sambil membalik cover RM
saya dan nia : bukan..!! (kompak)
Perawat 2, (juga datang menghampiri kami setelah dapat info dari perawat 1 kalau RMnya tidak ketemu) : "eh..dek..bukankah statusnya Tn.A ini??? * sambil tarik-tarik RM yg lagi kupegang.
saya : iye..bukan!!!
Nia juga mendapat perlakuan yang sama.
Residen, (yang datang berikutnya setelah dapat info dari semua perawat kalau RMnya ndak ketemu) : " bukan ini kah statusnya Tn.A?? coba saya liat dulu dek..!! *sambil membalik RM
Saya dan Nia : (tidak berkata apa-apa dengan ekspresi menahan emosi)….
lalu kemudian Nia menutup RMnya dan berbalik ke arahku
Nia : kak....satu kali pi lagi datang orang tanya ki...kulempar-lempar ini RM semua...!!
untungnya...itu yang terakhir...:D
- the next...masih diriku dan Nia featuring Kak sundari
sebenarnya bukan jadwalku dan Nia yang masuk ICCU. tapi berhubung mbak sukoco (panggilan sayang untuk kak sundari..hihihi) minta ditemani, yah apa boleh buat. Sebagai sahabat yang baik, kami pun menemani.
Kak sundari sendiri selalu bermasalah dengan partnernya, si Teten. Bukan karena soal kasus pasien, tapi soal pribadi teten yang akhir-akhir ini melakukan keputusan besar yang juga membuat tanda tanya besar di kepala kami semua teman-temannya yaitu tidak mau menggunakan handphone. Bayangkan coba, di jaman seperti ini, dia memutuskan untuk tidak memakai HP. Alasannya tidak mau tergantung sama alat komunikasi itu. Masalahnya, kalau ada hal penting jadinya susah. Contoh kecilnya saja, saat kak sundari ingin visite sama2 dia, tidak tahu mau dicari dimana karena tidak tahu keberadaannya dimana dan dengan cara apa menghubunginya. Pake telepati???????? Huft!!!
Back to story in ICCU. masih di posisi yang sama dengan tempat aku dan Nia dulu menulis status. Berhubung hanya kak sundari yang butuh status, jadilah saya dan nia disampingnya berdiri tertegun menatap sana-sini. tiba-tiba di belakang kami ada pasien gawat yang lagi dikerumuni para perawat dan residen. entah mengapa, kami bertiga menatap orang yang sama. salah satu residen yang dimata kami bertiga terlihat keren dan cukup tampan. dengan gaya cool plus kacamata dan stetoskop yang tertenteng di bahunya.
Saya :" subhanallah..kerennya itu residen...kagumku! *sambil berbisik tentunya.."
Nia :" iyo kak...kerennn. manis lagi. tapi mirip siapa di'..?? kayak familiar.."
Saya : "iyo..kayak familiar.."
kak sundari : "ah..perasaanmu ji itu. sok kenal loe berdua...(dengan gaya sok dewasa)"
Saya : "betulan kak...mirip seseorang...!!!"
Nia : "ooohhhh...kuingat mi! temanku kak...A****"
Saya : "oh...iyo...betul-betul.."
tiba-tiba...residennya berbalik melihat-lihat ke arah kami bertiga..
Nia : ih...kak, mati mi ja..bale'-bale' ki ke sini itu residen.ribut sekali ki kapang...
Kak sundari : ah..ke GRan itu...na kira dia dicerita...padahal memang....!!!!!
sontak kami bertiga menutup mulut sambil menahan tawa...plus ucapan istigfar berkali-kali..astagfirullah..astagfirullah…
Nia : "tidak kak, nabilang dalam hatinya itu...ih, manisnya itu cewek-cewek. Tunggu mi, sebentar itu datang mendekat tanya ki...siapa nama ta?"
Saya dan kak sundari : "bisapituuuu...."
Saya :" tidak...kayaknya itu RM yang na pegang kak sundari mau na pake tp ndak enak untuk minta."
kak sundari :" bukan, pasti dalam fikirannya...kenapa ada ini anak farmasi masuk-masuk di ICCU. biasa..kita kan ndak dianggap...."
lalu..residennya benar-benar berjalan ke arah kami. meletakkan stetoskopnya tepat di samping kak sundari lalu pergi melewati kami.
Nia :" itu..bilang ja. spekul-spekul ji itu taruh stetoskop"
berhubung saya merasa kami bertiga sudah cukup memalukan...jadi kuputuskan duduk di kursi yg kebetulan kosong, dan bersembunyi di balik meja. kemudian, residennya datang lagi. dan lagi-lagi...melewati kami bertiga. dan...saat mengambil stetoskopnya kembali, dia bertanya kepada kami.
residen : bukan ini statusnya Ny.B...??
kami bertiga : (kompak)...bukan !!!!
lalu...sang residen pun kembali ke pasiennya.
Nia : " ai...ai...betulan ka' kak. spekul2 ji itu. mulai mi membuka pembicaraan. tunggu mi sebentar kembali minta no HP ta..xixixixixi.."
kak sundari : (sambil menepuk bahunya Nia)..."jangan terlalu berharap dek..lebih baik ko pikirkan program dietmu."
saya : wakakakakak...
sampai selesai....residennya tidak kembali. tapi masih melihat-lihat ke arah kami dari kejahuan.
sambil berjalan meninggalkan ruangan...
Nia : "kak...jgn mi ki dulu pulang. itue...na liat-liat ki lagi dr. T***
Saya : " astaga nia...darimana ko tau namanya?? perasaan ndak pernah ki tanya."
Nia : "kubaca tadi di jasnya waktu lewat di samping ta'...hehehe.."
kak sundari : "ckckckck...ayo mi pulang cepat. sebelum kita bikin malu di sini."
........................................................
- at ICU....
pasangan pertama...sang ketua kelas...Fuad and kak Juny. fuadnya sih..ok-ok saja. menulis status dengan enteng. tapi kak juny, saat mendengar bunyi-bunyi mesin monitor yang seolah-olah menggambarkan detak jantung yang tidak lama lagi terhenti, mukanya berubah pucat, tidak konsen dengan status. ditambah lagi..tiba-tiba mati lampu. buru-buru keluar. alhasil, keluar dari pintu...langsung terkulai di lantai tak berdaya. tapi alhamdulillah, masih sadar ji...
sama halnya dengan pasangan kak annie dan Itta'...pas tulis status, pasien di sampingnya sesak dan tidak di pedulikan. akhirnya, kak annie yang stress. tidak tau harus berbuat apa. pucat. alhasil, satu RM ditulis berdua sama itta'....ndak sanggup katanya…hihihi.
- At instalasi
Tentang Ketua kelas kami…Fuad, sama sekali tidak bisa dijadikan panutan. Tiap hari, pagi-pagi atau malam, dia sms kami semua. “teman-teman besok diskusi jam 8, harap kehadiranya paling lambat 10 menit sebelumnya…ok”. Keesokan harinya, jam setengah 9 semua teman-teman sudah datang, kecuali dirinya. Ketika datang dan ditanya..
”weh fuad…kenapa ko telat datang?? Baru kau yang suruh ki semua on time..!!”
Fuad : (dengan santai ) “saya sudah memperkirakan, diskusinya telat. Lagipula ndak bakalan mulai itu kalau saya tidak ada..”.gubrak!!!
Tentang makan-makan
Salah satu kebiasaan kami pasukan klinik 1 adalah ngemil sebelum diskusi. Tapi itu kalau ada yang bisa jadi cemilan. Kalau ndak ada…yah, gigit jari.
Yang paling sering bawa cemilan adalah kak charlie…si ibu hamil yang bulan depan sudah resmi jadi ibu dari 3 anak…super sekali!! Tapi makanan yang dibawa tak pernah cukup. Alasan pertama, kak charlie yang lagi hamil, butuh porsi ganda. Alasan kedua, kami ada 18 orang, jadi pasti tidak bakalan cukup.
tapi bukan hanya cemilan kak charly, bekal yang kubawa bersama-sama dengan kak sundari terkadang harus dimakan bersama. mau bagaimana lagi?? itulah kebersamaan. satu makan...yang lain juga.
Tentang "pukul-pukul dinding"
Selain sempit dan terpencil....ada lagi satu kekurangan ruang instalasi farmasi ini. dindingnya hanya terbuat dari tripleks yang menjadi sekat yang berbatasan langsung dengan gudang obat. Tragis bukan???
tapi dinding itu ternyata juga punya cerita. sewaktu minggu pertama, Dian yang sudah PKL satu gelombang lebih dulu daripada gelombangku masuk ke ruangan dan berkata..."Kak, tenangnya ini ruangan. waktu saya dulu sama teman-temanku, ribut sekali. sering dipukul itu dinding saking ribut ta." cerita dian dengan antusias.
"hah?? dipukul2?? oh..kita sih belum pernah dipukulkan dinding. tapi ndak tau mi. secara ini kami masih malu-malu...wkwkwkwk"
dan terbukti....minggu kedua, dinding tripleks tangguh itu dipukul berkali-kali karena kami sibuk bercerita dan tertawa saat menunggu diskusi dimulai.
Part III
to be continue
