Hujan

Hujan adalah berkah yang turun dari langit. Salah satu musim diantara 2 musim yang dimiliki oleh negaraku tercinta ini. Terkadang, aku berdoa mati-matian dalam keadaan tergesa-gesa saat berangkat ke kampus agar hujan tidak turun. Alasannya ada 2. Pertama, aku tidak suka pakai payung dan yang kedua, aku selalu "rempong" jika ke kampus. Tas yang kubawa pasti berat dan besar dengan segala perlengkapan praktikum dan ditanganku selalu ada buku tebal dan jurnal-jurnal yang menyertai. Maka, akan tambah ribet jika harus ada benda yang bernama payung itu. Namun, di kala aku berada dalam keheningan, entah itu saat menikmati kesendirian di kamar atau sedang menunggu dosen yang telat, terkadang aku menginginkan hujan itu turun. Bukan karena aku menyukai hal-hal yang romantis, tapi turunnya hujan akan membuat udara lebih dingin, tidur lebih nyenyak, dan hati menjadi teduh.
Sekarang sudah tahun 2012, dan Allah masih memberikan aku umur panjang untuk bisa merasakan hujan di tahun ini. Musim hujan yang aneh, karena hampir setiap hari aku salah menebak cuaca. masih sama seperti diriku yang dulu, tidak suka membawa payung. dan konsekuensinya ketika pulang ke rumah aku harus siap dengan keadaan terburuk...basah kuyup. Padahal di siang hari, matahari bersinar sangat terang, hawanya sangat panas hingga berasa membakar kulit. yang sudah hitam, dijamin tambah hitam. seolah-olah matahari ada 2. Lalu kemudian di sore hari, hujan tiba-tiba turun tanpa entry. langsung reff. deras mengguyur membuat banjir di beberapa lokasi.
Saat itu aku duduk sendiri di apotek. Hujan membuat pengunjung hampir tidak ada sore itu sehingga aku hanya bisa duduk tertegun menatap hujan lalu kemudian tersenyum. Aku tersenyum karena hujan selalu mengingatkan akan hal-hal istimewa yang pernah terjadi di hidupku.

Pertama..tahun 2002
Jaman SMA, sewaktu masih aktif sebagai anggota pramuka...
waktu itu, kurang lebih pukul 2 dini hari. tendaku di obrak abrik salah satu senior saka kencana sambil teriak menyuruh kami semua yang sedang terlelap untuk bangun. bunyi peluit yang keras membuatku refleks terbangun dan membenahi diri. dalam hitungan 1 sampai 10 kami harus sudah keluar dari tenda dengan atribut lengkap. untungnya kami tidur dengan seragam, hanya tinggal memakai kacu, jilbab, dan sepatu aku sudah tampil sebagai pramuka sejati. saking buru-burunya waktu itu aku sampai tidak ingat bagaimana caraku memakai jilbab hingga bisa rapi dalam waktu beberapa detik saja. pikiranku masih berada di antara alam sadar dan mimpi saat aku disuruh melewati sebuah batang pohon yang diameternya lebih kecil dari sepatuku dengan maksimal 3 kali gagal. Jika tidak bisa, aku harus push up sebanyak 10 kali. dan saat itu sedang turun HUJAN. pos kedua jauh lebih mengerikan. dari pos pertama, aku di suruh jalan bebek melewati tanah becek yang diakibatkan oleh hujan itu dengan cepat dan harus sampai pada hitungan kesepuluh. kali ini aku sudah benar-benar berada di alam nyata, bahkan tidak ingat kalau beberapa saat yang lalu aku tidur di tenda.
semua pos bisa kulalui walaupun dengan hukuman bertubi-tubi, sampai akhirnya di pos terakhir. masih di bawah gerimis hujan aku disuruh berendam di sungai sampai dada. dan dalam keadaan itu aku dipaksa melafazkan dasa darma pramuka. Suaraku sampai serak dan membuat para panitia pengkaderan itu sedikit prihatin. sungguh, sampai kapanpun aku tidak akan melupakan ini, dan hujan adalah saksi bisunya :)

yang kedua, tahun 2007....saat tingkat akhir di diploma 3
Waktu itu, aku dan sahabat-sahabatku sedang berada dalam masa-masa stress. masa dimana ujian sidang sudah dekat dan KTI kami belum di acc oleh pembimbing. dengan gaya topang dagu yang kompak aku dan sahabat-sahabatku duduk di beranda kampus sambil menatap hampa ke depan, berkutat dengan kegalauan masing-masing (saat itu kata "galau" belum eksis). lalu tiba-tiba turun hujan.
Emmy : "haaa...hujannnn.."
Villa : " jadi kenapa mi?? bukan ji hujan uang. ndak menarik"
saya : "enak kayaknya di' kalo main hujan-hujan ki."
Itha : "ayoeee....kapan lagi??"
Emmy : "basah nanti seragam ta'.."
Itha : kasi' kering saja di basecamp, kan ndak ada ji kuliah ta. sambil tunggu kering, pinjam mi bajunya anak2 di basecamp."
Saya : betulll....ayoooo..."
kami lalu bergegas beranjak dari tempat duduk dan membiarkan air hujan membasahi badan kami. seolah-olah ada asap keluar dari kepalaku yang panas oleh beban materi persiapan ujian belakangan ini. sungguh...itu hujan ternikmat yang aku rasakan karena aku benar-benar menikmatinya. Lalu si itha bernyanyi "sunny...sunny.." sambil mengadahkan tangannya ke atas langit seperti gayanya BCL dalam film cinta pertama yang lagi booming kala itu. kami pun tertawa dan berjalan di bawah hujan meninggalkan kampus hari itu. seminggu kemudian, aku kena demam thypoid. menurutku, itu karena aktivitas yang padat dan stress menyusun tugas akhir. tapi menurut sahabat-sahabatku, itu karena ajang hujan-hujanan kami pekan lalu. dan tanpa merasa bersalah emmy menyampaikan hal itu di depan mamaku...hufft. kena marah deh.

yang Ketiga, Saat kuliah profesi 2010
Rutinitas kuliah sambil kerja membuatku lelah fisik, hati, dan pikiran. Segala kelelahan itu kuungkapkan lewat salah satu status di facebook. "Inginku...ke pantai seorang diri, menginjak pasir, dan teriak sekeras-kerasnya".
ada yang berkomentar.. "jangan pergi sendiri..ntar ada yang culik :P", dan ada juga yang bilang.."iyaaa...aku juga pengen..". sepertinya yang memberikan komen kedua merasakan hal yang sama denganku.
Keesokan harinya...salah satu jadwal kuliah batal. dosennya tidak hadir dan kelas kami pulang lebih awal. tiba-tiba seorang sahabatku mengajak jalan-jalan ke pantai losari...rame-rame. awalnya aku menolak dengan alasan jam 3 sudah harus masuk apotek. Lalu sahabatku itu merangkulku dan berkata..."ayolah sebentar saja, kapan lagi??...katanya mau teriak di pantai". sepertinya dia membaca statusku kemarin. akhirnya aku memutuskan untuk ikut. kukirimkan pesan singkat pada rekan kerja di apotek. " maaf..hari ini saya telat. mau ke pantai teriak..", balasannya hanya "Ok".
sampai di pantai...hujan turun tidak begitu deras tapi mampu membuat pakaian basah. tapi aku tidak peduli. bahkan aku meminta seorang teman untuk memotretku di tengah-tengah tulisan SARI, potongan tulisan LOSARI. foto yang hasilnya membuat banyak yang memberikan jempol di facebook. Keinginanku kemarin itu terkabul, bisa ke pantai walaupun tak seorang diri. dan aku juga sempat teriak saat naik "bebek" ke tengah-tengah laut. sama sekali tak peduli dengan hujan yang mengguyur. di bawah hujan itu aku merasakan bahagia, seolah lepas sudah satu beban di pundak.

thanks for all....for Allah yang menurunkan hujan, for my friends yang menemani saat hujan, dan for hujan itu sendiri yang menjadi saksi beberapa moment yang membuatku tersenyum....
Hujan adalah anugrah, dibaliknya ada sejuta berkah, dan setelahnya ada seberkas pelangi. maka sambutlah hujan itu dengan senyuman bukan omelan, karena di saat dia bersembunyi engkau akan sangat menantinya untuk hadir, paling tidak mewakili tetes air mata yang enggan engkau tampakkan di kala sedih.

i love rain....12 Juni 2012

Popular posts from this blog

Through The Rain

Filosofi Teh

Histeris